JAKARTA – Asean Foundation meluncurkan program AI for MSME Advancement in Asean (AIM ASEAN) di Indonesia pada Rabu (1/10).

Program itu merupakan langkah Asean Foundation untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki daya saing di tengah perkembangan teknologi digital. Salah satunya ialah kecerdesan buatan (AI).

Program tersebut bekerja sama dengan sembilan organisasi dari negara-negara ASEAN dan menargetkan pelatihan AI bagi 100.000 pelaku UMKM di kawasan Asia Tenggara.
 
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam mengungkapkan pelatihan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi UMKM.

“Materinya fokus pada penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, penjualan online, dan pengelolaan keuangan,” ungkap Dr. Piti Srisangnam dalam keterangan pers, Rabu (1/10).
 
Menurut Srisangnam, pelatihan AIM Asean disusun dengan pendekatan praktis dan menyesuaikan konteks lokal masing-masing negara.

Dia berharap para pelaku umkm bisa langsung mengaplikasikan AI dalam operasional harian mereka untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
 
Tak hanya pelatihan, program itu juga akan menggelar forum nasional dan regional yang melibatkan pembuat kebijakan dan para pakar.

Tujuannya, membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM berbasis AI.
 
“Program ini merupakan hasil kolaborasi ASEAN Foundation dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), serta didukung oleh Google.org dan Asian Development Bank (ADB),” tambah Srisangnam.